Puisi ini
Puisi ini tentang kamu
Kamu itu seperti puisi
Butuh waktu banyak
Butuh jiwa yang tenang
Dan sisi yang nyaman untuk berpuisi
Aku suka puisi
Puisi seperti kamu
Aku suka kamu secara tidak langsung
Aku mengagumi puisi ini dalam diamku
Puisiku
Kamu mungkin tidak menyadari lebih dari tahunya kamu saat ombak pasti bergelombang, daun pasti gugur dan kepastian kepastian semacamnya
Aku terus mencoba menyatakan perasaan yang sangat ingin ini
Yang sangat menyapamu seperti burung yang sedang jatuh cinta
Kamu harus tau kamu itu selalu aku mata matai
Hariku adalah setiap detik nafasmu
Jangan hembuskan maka aku akan semakin rindu
Meski dua burung ini tidak pernah saling terbang bersama
Kamu harus tau aku menantimu menjadi puisiku
BERBAGI ITU INDAH
Sabtu, 11 Februari 2017
Sabtu, 28 Mei 2016
Internship experiences at Manbullo STN ,Katherine NT Australia
NTCA - INDONESIA
AUSTRALIA PASTORAL PROGRAM 2016
MANBULLOO STATION -
Katherine , NT
By : Diannur Wahyu
Marini (Mataram University )
Manbullo station - Sudah hampir 5
minggu lebih kami berada di salah satu perusahaan peternakan
atau lebih akrab dikenal dengan sebutan cattle station tepatnya di Manbulloo cattle
station . station yang berada di wilayah Katherine dapat ditempuh hanya +- 20 menit dari Katherine dengan kecepatan 110km/jam . Manbullo station sendiri merupakan
perusaahaan peternakan yang bernaung dibawah induk perusahaannya yakni
Consolidated Pastoral Company atau sering disingkat CPC Pty Ltd Dengan
memprioritaskan produksi bibit unggul (breeding) .Manager manbullo sendiri yaitu
Tanmmy dan Kruksey dalah suami istri dan memiliki 3 orang puteri yang sangat manis yaitu Dakota ,
kidden dan Billie.Mereka sangat baik dan memberikan sambutan hangat (warm
welcming)ketika pertama kali kami datang dan pertama kali makan malam . Hari pertama bekeja saat itu begitu sangat
terasa canggung karena bekerja dengan stockman(sebutan untuk para pekerja) yang baru kami kenal dan suasana
Baru pastinya . Manbullo sendiri memiliki sekitar 6 stocman dengan
headstocmannya yang masih sangat muda . Kebetulan hari pertama bekerja
disini , kami langsung diajak mereka menuju yard(sebutan untuk lahan luas) untuk processing weaner(sebutan untuk anak sapi yang sudah sapih dari induknya) . Ada
beberapa proses yang hampir rutin kami lakukan disini yaitu adalah
cattle processing seperti istilah-istilah berikut ini misalnya : ear tagging
yaitu memberikan anting-anting berupa chip yang biasa disbut NLIS (National
Livestock Identification System) yaitu tag yang berisi chip data untuk membantu
mencatat atau recording data yang tersambung
dengan computer , biasanya NLIS tag
mempermudah dalam kegiatan trucking ,karena biasaya saat trucking papan
pendeteksi atau scanner diletakkan di samping race(sebutan untuk ruang sempit yang hanya bisa dilalui oleh satu sapi) sebelah kanan , dan ketika
mereka melewati race tersebut scanner akan berbunyi dan langsung menyimpan data
sapi yang telah masuk truk , kemudian
kegiatan selanjutnya adalah ear marking ,yaitu kegiatan merobek atau
memberi tanda pada bagian ujung daun
telinga sebelah kiri weaner dengan alat marking,alat marking ini biasanya
berbentuk segitiga runcing , kegiatan selanjutnya adalah branding yaitu kegiatan memberikan brand
atau lambang pada bagian paha sebelah kiri bawah dengan besi panas (hot iron) . Manbulloo sendiri memberikan lambang berupa huruf M yang artinya
manbulloo station dan lambang gelas wine yakni lambang induk perusahaan mereka
yaitu CPC yang memiliki makna filosofi tersendiri . selain itu bangtailing dan dehorning , yang fungsinya menghilangkan calon tanduk untuk menghindari
perkelahian yang dapat menyebabkan luka dan penurunan kualitas produksi dagin
si sapi . dehorning ini dilakukan saat mereka masih berumur muda yaitu dibawah 8
bulan untuk menghindari terjadinya pendarahan yang begitu hebat apabila
dilakukan saat mereka sudah menjadi heifer ,bull , cows atau menjadi dewasa .
kemudian Vaccination yaitu memberikan vaksin kepada si sapi , biasanya vaksin
yang saya berikan adalah vaksin untuk weaners atau calf yaitu Sinvac yakni
vaksin yang bekerja untuk mencegah virus botulinum , kemudian vaksin
dectomax , biasanya diberikan bersamaan saat vaksinasi sinva dengan dosis
tertentu ,kegiatan lainnya adalah Drafting , nah kegiatan ini adalah kegiatan
yang paling awal dilakukan sebelum procesing ,yaitu mensortir atau memilih dan
memisahkan sapi-sapi yang masih bercampur satu sama lain kemudian dimasukkan didalam pen(sebutan untuk kandang yang lebih kecil dan dipagari besi) ,
digirng dengan teknik zigzag low stress and low pressure untuk memudahkan sapi
masuk dalam side pen yaitu pen yang ukurannya lebih besar dan melebar sebelum
masuk race , biasanya drafting memisahkan sapi berdasarkan ukuran badan dan
tujuan pemeliharaan misalnya weaners , calf , wet cows , bull , heifer , mickey
, spay cow dan kegiatan yang paling akhir biasanya kami lakukan adalah feeding
atau memberi makan semua sapi-sapi dimasing-masing pen , biasanya bisa
menghabiskan 16-25 bale hay(pakan kering) dan masih banyak kegiatan lainnya . tidak haya
disitu , begitu banyak lagi kegiatan dan pembelajaran lainnya yang masih ingin
saya bagi yang luar biasa dan belum saya dapatkan ditempat lain .
Penulis saat melakukan feeding cattle
Stocman bekerja begitu
cepat ,tangkas dan hati-hati,padahal usia mereka masih sangat belia namun
mereka luar biasa begitu mandiri dan sabar mengajarkan kami . Biasanya saya mendapatkan tugas bekerja dibagian race dimana saya harus menyiapkan sapi satu persatu
untuk di proses . Selain kegiatan di yard , seperti processing di race . hal yang sering
saya lakukan disini adalah walking cattle , walking cattle ini merupakan
kegiatan menggiring sapi atau memindahkan mob(sebutan untuk kumpulan sapi) sapi yang sudah di kumpulkan
disuatu area dalam paddock(sebutan untuk padang berisi rumput dan pohon yang sangat luas) menuju yard
maupun sebaliknya Dari yard menuju paddock,belum lagi kantuk dan dahaga ketik
diatas kuda*serasa ikut main di film country pake kuda hhe . tapi jujur saya sangat menikmatinya .kemampuan berkuda saya
semakin luar biasa ,tidak sia-sia pelatih kami di Katherine Rural College berteriak mengajarkan
kami sampai bisa dan ternyata ini hasilnya .
Manbullo sendiri untuk walking cattle
lebih banyak menggunakan kuda dan motorbike,lebih kurang
sekitar 6 ekor kuda dan 1 motorbike terkadang krucksey sang manajer menyewa helicopter
untuk membantu mustering dan mengumpulkan sapi sapinya yang berpencar menuju
suatu area di dalam paddock untuk di holding .Holding cattle juga merupakan
salah satu bagian dari walking cattle yaitu menyiapkan atau mengumpulkan semua
sapi terlebih dahulu sebelum di walking .Suatu hari ketika melakukan alking cattle bersama para stocman , saya terkena musibah jatuh dari nagget (nama kuda saya hehe) dan itu sangat membuat saya berdebar karena baru pertama kali jatuh dari seekor kuda setelah beberapa menitnya sempat melakukan canter (Istilah menunggang kuda sambil berlari cepat) begitu cpatnya karena ingin mengejar satu sapi yang keluar dari rombongannya.Tetapi,atuh dari atas kuda akan menjadi hal
yang biasa , karena saya bertanya kepada smua stockman disini bahwa mereka
semua sudah pernah jatuh bahkan mulai umur 6 tahun .Wow bukan ? Jadi itu bukan
menjadi masalah atau trauma bagi saya , karena jika kita ingin tahu bagaimana rasanya
berhasil dalam hal apapun ,maka kita juga perlu tahu dan berani merasakan gagal itu
seperti apa bahkan jatuh dari kuda sekalipun . Suatu ketika kami juga
diajak sang manager(Krucksey) untuk mengambil hay di salah satu yard khusus pensuplay
hay .Dia mengajarkan saya bagaimana Cara mengendarai Ute
(sebutan until mobil pick up ) dan cukup dengan 5 menit menguasai gigi , rem dan gas sayapun membantu mereka
mengendarai ute kemudian mereka hanya tinggal menaikkannya di mobil . Tapi tak
berapa lama kemudian saya turun dari mobil tersebut karena hampir menabrak pipa air dan
si kruksey sangat panik hahaha sayapun juga panik . tapi luar biasa hari itu
penuh dengan keseruan . selama beberapa ini saya sangat banyak belajar bahwa
disiplin itu sangat mempengaruhi pekerjaan , bahkan kami mulai bekerja pukul 6
pagi hingga pulang 6sore . Dan saya sering memberikan kata kata
sederhana untuk mereka "menjemput matahari terbit hingga mengantarkannya
pulang ke persinggahan " . Dan semua orang disini bekerja tanpa ada yang
diam dan tidak melakukan apapun NO WAY ,kecuali
waktunya makan atau smoko . mereka sangat hangat dan seperti keluarga
sendiri bahkan teman dengan canda-candaan mereka saat beristirahat membuat saya betah dan merasa saya punya keluarga baru disini .*azeeek Dan mereka juga sangat excited dengan
budaya Indonesia . pelajaran yang lainnya adalah bekerja professional , ketika
kerja mereka kerja fokus dan sangat hati-hati . Pelajaran selanjutnya adalah selelah
letih apapun kita , kita harus tetap say hi "how're you going "
tersenyum dan menyapa , karena saling menyapa dan tersenyum menandakan bahwa kita orang yang santun dan friendly dan mereka menyukai itu. Dan masih sangat banyak kegiatan lainnya yang saya
lakukan . sangat banyak ...
Terimakasih hidup telah memberikan ruang untuk belajar dan bermain dengan pengalaman yang luar biasa Dan terimakasih untuk NTCA-Indonesia Australia Pastoral Program , yang telah memberikan saya kesempatan menjadi bagian dari program ini ,banyak pelajaran yang bisa saya ambil dan menjadikan saya orang yang punya keterampilan untuk berbekal di masadepan nanti , smoga suatu saat nanti saya bisa mengembangkan industry peternakan Indonesia Dan menjadi pakar dan ahli dibidang peternakan nantinya .salam sukses semoga bisa menginspirasi Dan bermanfaat ..
sorry for error gramatical heheee .............
Terimakasih hidup telah memberikan ruang untuk belajar dan bermain dengan pengalaman yang luar biasa Dan terimakasih untuk NTCA-Indonesia Australia Pastoral Program , yang telah memberikan saya kesempatan menjadi bagian dari program ini ,banyak pelajaran yang bisa saya ambil dan menjadikan saya orang yang punya keterampilan untuk berbekal di masadepan nanti , smoga suatu saat nanti saya bisa mengembangkan industry peternakan Indonesia Dan menjadi pakar dan ahli dibidang peternakan nantinya .salam sukses semoga bisa menginspirasi Dan bermanfaat ..
sorry for error gramatical heheee .............
Saat holding cattle di
back yard sebelum walking cattle
Saat weaners
processing (bangtailing )
Before trucking
cattle into Road Train Australia (RTA)
The last day before
we leaving manbulloo station
They are Tammy (left
) me (middle) and krucksey (right)
Foto bersama by Kent saddlery
thankyou ....
Kamis, 24 Maret 2016
Jumat, 01 Januari 2016
DIANNUR WAHYU MARINI
DIANNUR WAHYU MARINI
SAAT BERADA DI BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN (BBIB)SINGOSARI , MALANG JAWA TIMUR
SAAT BERADA DI PANTAI SANUR , BALI
SAAT BERADA DI KAPAL PERJALANAN MENUJU PELABUHAN NGURAH RAI ,BALI
SIAP SIAP DI HOTEL , MAU PERGI JALAN-JALAN CERITANYA HAHAHA
FOTO SEBENTAR DI DEPAN HOTEL WONDERLAND , BATU
BERKUNJUNG KE FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
KENANGAN SMAN 1 TANJUNG , JUARA 2 OLIMPIADE KIMIA TINGKAT KABUPATEN ,HAHA LUMAYANLAH YA :)
INI DULU YA :) SEKIAN AND THKS FOR WATCHING
PENENTUAN KADAR NH3 DALAM RUMEN BIOKIMIA NUTRISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Dalam dunia peternakan ternak ruminansia
memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Ternak ruminansia memiliki
keistimewaan yaitu mengubah rumput menjadi bahan makan yang bernilai gizi
tinggi berupa susu dan daging. Kulitnya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan
baku pembuatan sandang. Selain berperan sebagai penyedia daging dan susu ternak
ruminansia jugamenyediakan energi dalam bentuk yang dapat diperbaharui. Zat
sisa yang dihasilkan oleh ternak ruminansia ini juga dapat dimanfaatkan sebagai
pupuk kandang yang berguna dalam bidang pertanian untuk menyuburkan tanah dan
menghasilkan tanaman organic yang bebas dari zat kimia.
Untuk mempertahankan hidupnya ternak
ruminansia bergantung pada pakan yang berkadar serat tinggi. Pencernaan ternak
ruminansia dicirikan oleh retensi pregastrik dan fermentasi dengan simbiosis
mikroorganisme. Ternak ruminansia mampu menggunakan biomas-biomas yang berserat
dan senyawa-senyawa nitrogen sederhana dikarenakan memiliki saluran pencernaan
yaitu lambung jamak atau poligastrik yang memiliki empat segmen yaitu rumen,
reticulum, omasum, dan abomasum. Keempat segmen ini memiliki aktifitas yang
berbeda-beda.
Ternak ruminansia memerlukan karbohidrat
dan protein yang didapat dari bahan yang berupa serat kasar. Dengan kemampuan
unik yang dimiliki ternak ruminansia mampu mengubah serat-serat kasar tersebut
menjadi zat-zat yang bernilai biologis tinggi oleh karena adanya mikroorganisme
(bakteri, protozoa dan fungi) di dalam rumen dan reticulum ruminansia.
Karbohidrat mengalami fermentasi membentuk asam lemak volatil (Volatile Fatty
Acids) yang merupakan sumber energi utama untuk ruminansia. Sementara protein
akan dipecah menjadi asam-asam amino. Ruminansia secara spesifik mampu
menyintesis asam-asam amino dari unsur-unsur yang dihasilkan oleh berbagai
aktifitas di rumen. Asam-asam amino ini di dalam rumen terurai menjadi amonia
(NH3).
Ternak ruminansia memperoleh dua sumber
protein utnuk hidupnya yaitu protein mikroba yang terdapat di dalam rumen dan
protein yang berasal dari makanan yang lolos
dari degradasi dalam rumen. Kualitas pakan yang rendah menyebabkan
kebutuhan protein untuk ruminansia sebagian besar dipasok oleh protein mikroba
rumen. Protein mikroba rata-rata memberikan kontribusi sebesar 59 persen dari
asam amino yang masuk ke usus halus. Asam amino pakan yang lolos degradasi akan
melengkapi kebutuhan asam amino bagi ternak untuk beproduksi secara optimum.
Dengan demikian pasok asam amino bagi
ternak ruminansia tergantung pada protein pakan yang lolos degradasi di dalam
rumen dan protein mikroba yang terbentuk sebagai hasil fermentasi di dalam
rumen. Oleh karena itu praktikum mengukur kadar NH3 dalam cairan
rumen ini dilakukan untuk mengetahui kadar protein yang terkandung
dalam pakan ternak tersebut.
1.2.
Tujuan
Praktikum
Adapun
tujuan dari praktikum ini dilakukan yaitu :
1.
Untuk mengetahui kadar amonia (NH3)
dalam cairan rumen sapi.
2.
Untuk mengetahui tinggi rendahnya kadar
protein dalam pakan sapi yang dikonsumsi
1.3.
Kegunaan
Praktikum
Adapun
kegunaan dilakukannya praktikum ini yaitu :
1.
Mahasiswa dapat mengetahui kadar amonia
(NH3) dalam cairan rumen sapi
2.
Mahasiswa dapat mengatahui tinggi
rendahnya kadar protein dalam pakan yang di konsumsi sapi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Proses
pencernaan pakan pada ruminansia meliputi proses mekanik, fermentatif, dan
kimiawi. Ternak ruminansia melakukan proses pencernaan mekanik di rongga mulut.
Ransum yang masih berbentuk kasar dipecah menjadi partikel-partikel kecil
dengan bantuan gigi lewat proses pengunyahan dan pembasahan dengan saliva.
Pencernaan fermentatif terjadi dalam rumen atau retikulo rumen berupa
perubahan-perubahan senyawa tertentu menjadi senyawa lain yang sama sekali
berbeda dari molekul asalnya. Pencernaan kimiawi terjadi di abomasum karena
pakan mendapat sekresi getah lambung. Pakan yang telah tercerna di abomasums
mengalir ke usus halus dan terjadi proses degesti dan absorbs pakan (Sarwono,
2002).
Volume rumen sapi dewasa
mencapai 200 liter. Di dalam rumen terkandung mikroorganisme, bakteri dan
protozoa yang menghancurkan bahan-bahan yang berserat, mencerna bahan-bahan
tersebut dan membentuk asam-asam lemak mudah terbang, asam amino dan
mensintesis vitamin B. Organisme yang telah mati mengandung bermacam-macam
nutrient yang dijadikan sumber nutrisi bagi ternak induk semang. Rumen memiliki
kondisi yang anaerobic dengan temperatur 38-42 derajat celcius dan pH 6-7.
Nilai pH tersebut akan selalu tetap dipertahankan dengan adanya absorbsi asam
lemak dan amonia serta saliva yang masuk (Hanum, 2010)
Proses fermentasi
protein di dalam rumen menjadi amonia (NH3), gas karbon dioksida (CO2)
dan metan (CH4). Protein di dalam rumen akan dirombak oleh enzim
protease yang dihasilkan oleh mikroba proteolitik menjadi oligopeptida.
Oligopeptida yang terbentuk ini ada yang dimanfaatkanoleh mikroba rumen untuk
pertumbuhannya, ada yang langsung masuk ke usu, sebagian lagi ada yang
dihidrolisamenjadi asam amino. Sebagian asam amino yang dihasilkan ada yang
diserap dalam dinding rumen, ada yang masuk ke dalam usus, ada yang langsung
dimanfaatkan oleh mikroba rumen dan ada yang mengalami deaminasi menjadi asam
alfa keto yang menghasilkan amonia dan CO2 (Akhbar, 2007)
Amonia (NH3) merupakan salah satu
sumber nitrogen (N) utama yang digunakan oleh mikroba untuk sintesis protein
dalam tubuhnya. Amonia di dalam rumen terbentuk dari hasil degradasi asam amino
pakan atau berasal dari nitrogen bukan protein. Amonia digunakan untuk membangun
sel mikroba. Sebagian besar mikroba rumen (80%) menggunakan NH3 yang
terbentuk dari proses deaminasi asam amino (Hindratiningrum, 2011)
Menurut konsentrasi amonia (NH3) cairan
rumen untuk pertumbuhan optimal mikroorganisme pada sapi adalah sebesar 2-5
mg/dl dan proses fermentasi akan berjalan optimal pada konsentrasi 3,8-8,8
mg/dl. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi amonia (NH3) antara
lain adalah kelarutam bahan pakan, jumlah protein dalam ransum, sumber nitrogen
dalam ransum dan waktu pemberian pakan (Purbowati, 2014)
BAB III
MATERI DAN METODE
3.1.
Waktu
dan Tempat
3.1.1.
Waktu
Praktikum
Adapun praktikum ini
dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2015 pukul 10.30 WITA sampai selasai.
3.1.2.
Tempat
Praktikum
Adapun tempat
diadakannya praktikum ini yaitu di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Mataram.
3.2.
Materi
Praktikum
3.2.1.
Alat
:
a. Alat
Destilasi
b. Buret
c. Erlenmeyer
50 ml
d. Erlenmeyer
250 ml
e. Fihler
3.2.2.
Bahan
:
a. Cairan
Rumen
b. NaOH
40%
c. Asam
Borat (H3BO3) 3%
d. Asam
Sulfat (H2SO4) 0,05N
3.3.
Metode
Praktikum
Adapun metode praktikum
yang digunakan yaitu:
1)
Meletakkan Erlenmeyer 50 ml yang berisi
5 ml asam borat 3 % pada bagian bawah kondensor di alat destilasi.
2)
Pipet cairan rumen sebanyak 5 ml
kemudian memasukkannya ke dalam erlenmeyer 250 ml.
3)
Menambahkan 5 ml NaOH 40%, segera
menempatkannya ke alat destilasi.
4)
Mendestilasi sampel hingga diperoleh
30-40 ml larutan destilasi.
5)
Melakukan titrasi hasil destilasi sampel
dengan H2SO4 0,05N sampai titik akhir.
6)
Mencatat volume destilasi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil
Praktikum
Tabel
Volume Hasil Titrasi
|
Kelompok
|
Titrasi
Sampel
|
|
1
|
1,8
|
|
2
|
2,1
|
|
3
|
2,1
|
|
4
|
2,1
|
|
5
|
0.8
|
|
6
|
1.7
|
Perhitungan Kadar
Amonia (NH3)
Diketahui:
ml titrasi sample = 1,8
ml titrasi blanko = 0,1
Bobot atom NH3
= 17,01
N H2SO4
= 0,05
ml sample = 5
Kadar NH3 = 
Kadar NH3 = 
Kadar NH3 = 
Kadar NH3 =
289,17 mg NH3/L
4.2.
Pembahasan
Praktikum
Dari
praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil perhitungan kadan amonia pada
cairan rumen yaitu 289,17 mg NH3/L. Cairan rumen yang digunakan
memiliki pH 6,82 dan suhunya yaitu 37,5 derajat celcius. Sebelum dilakukannya
destilasi uap cairan rumen terlebih dahulu ditetesi asam sulfat pekat. Asam
borat yang digunakan berfungsi untuk menangkap Natrium sehingga pada saat
dilakukannya destilasi akan berubah warna menjadi kehijauan apabila cairan
rumen mengandung NH3.
Amonia
adalah suatu prekursor penting bagi pertumbuhan mikroba dari sebagian besar
spesies bakteri di rumen. Mereka mengambil dan menggunakan amonia untuk
mensitesis asam-asam amino penyusun tubuhnya. Amonia ditetapkan sebagai sumber
energy utama bagi kebanyakan bakteri, terutama dari golongan bakteri yang
terlibat dalam pencernaan pati dan sellulosa.
Konsentrasi
normal NH3 yaitu kisaran 50-250 mg/L. Sementara perhitungan kadar NH3
dari hasil praktikum yaitu 289,17 mg NH3/L. Hal ini menandakan bahwa
kadar NH3 dalam cairan rumen yang digunakan sebagai sampel sangat
baik karena transformasi mikroba terutama dilakukan melalui ketersediaan
amonia, sehingga sangat penting jika amonia selalu tersedia dalam rumen ternak
ruminansia.
Protein
yang dikonsumsi sebagian akan didegradasi di dalam rumen dan yang lain akan
dicerna di dalam usus halus atau dikeluarkan melalui feses. Proporsi protein
yang terdegradasi di dalam rumen bervariasi tergantung pada jenis pakan.
Apabila pakan ternak mengandung banyak protein maka semakin banyak asam-asam
amino yang terbentuk dalam rumen. Asam-asam amino ini kemudian mengalami proses
deaminasi dalam rumen sehingga terpecah menjadi amonia (NH3). Jadi
semakin banyak kandungan amonia dalam cairan rumen maka hal itu menandakan
bahwa pakan yang diberikan pada sapi banyak mengandung protein.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang
dapat diambil dari praktikum ini yaitu:
1.
Kadar NH3 normal pada rumen
yaitu 50-250 mg/L. Kadar NH3 yang diperoleh dari hasil praktikum
yaitu 289,17 mg NH3/L.
2.
Dari hasil praktikum kadar NH3
yang diperoleh tinggi, melebihi kadar normalnya. Hal itu berarti pakan yang
dikonsumsi banyak mengandung protein sehingga cairan rumennya banyak mengandung
natrium.
5.2.
Saran
Adapun
saran yang dapat kami berikan dalam pelaksanaan praktikum ini yaitu sebaiknya
dalam melakukan praktikum para praktikan mengikutinya dengan tenang agar tidak
terjadi keributan yang dapat menghambat pelaksanaan praktikum ini.
DAFTAR PUSTAKA
Akhbar, N. 2007. Deposisi Protein Pada Sapi
Peranakan. Fakultas Peternakan Universitas
Diponegoro.
Semarang
Hanum, Ridwan. 2010. Mengenal Sapi Peranakan.
http://ridwanhanum.wordpress,com/my-
skripsi-mengenal-sapi-peranakan.com
(diakses pada 16 Juni 2015)
Hindratiningrum, Novita. 2011. Produk Fermentasi
Rumen dan Produksi Mikroba Sapi
Lokal.
Fakultas Peternakan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman.
Semarang
Purbowati, Endang. 2014. Karakteristik Cairan
Rumen, Jenis, dan Jumlah Mikroba Dalam
Rumen
Sapi. Fakultas Peternakan dan Pertania Universitas Diponegoro.
Semarang
Sarwono, B. 2002. Penggemukan Sapi Potong Secara
Cepat. Penebar Swadaya. Jakarta
LAMPIRAN GAMBAR
·
Alat-alat Praktikum:
![]()
(Gambar
1. Erlenmeyer)
|
![]()
(Gambar
2. Buret)
|
![]() ![]()
(Gambar
3. Alat Destilasi)
![]()
(Gambar
4. Fihler)
|
·
Hasil Praktikum:
![]()
(Gambar
5. Larutan Hasil Destilasi)
|
Keterangan:
Warna
sampel yang telah di destilasi mengalami perubahan warna yg semulanya berwarna
merah berubah menjadi hijau muda yang menandakan bahwa cairan rumen yang
digunakan mengandung NH3
|
![]()
(Gambar
6. Larutan Hasil Titrasi)
|
Keterangan
:
Setelah
dilakukannya titrasi pada larutan destilasi warna larutan mengalami perubahan
dari warna hijau muda kembali mejadi warna merah seperti semula
|
Langganan:
Komentar (Atom)






















